Rabu, 23 Januari 2013

CARA MENGHITUNG RESISTOR UNTUK LAMPU LED



Cara Menghitung Nilai Resistor Pada Lampu LED
LED adalah salah satu jenis dioda maka LED memiliki 2 kutub yaitu anoda dan katoda. Dalam hal ini LED akan menyala bila ada arus listrik mengalir dari anoda menuju katoda. Pemasangan kutub LED tidak boleh terebalik karena apabila terbalik kutubnya maka LED tersebut tidak akan menyala. Led memiliki karakteristik berbeda-beda menurut warna yang dihasilkan. Semakin tinggi arus yang mengalir pada led maka semakin terang pula cahaya yang dihasilkan, namun perlu diperhatikan bahwa besarnya arus yang diperbolehkan 10mA-20mA dan pada tegangan 1,6V – 3,5 V tergantung karakter warna yang dihasilkan. Apabila arus yang mengalir lebih dari 20mA maka led akan terbakar. Untuk menjaga agar LED tidak terbakar perlu kita gunakan resistor sebagai penghambat arus.

Tegangan kerja / jatuh pada sebuah LED menurut warna yang dihasilkan adalah sbb :

Infra merah : 1,6 V
Merah : 1,8 V – 2,1 V
Oranye : 2,2 V
Kuning : 2,4 V
Hijau : 2,6 V
Biru : 3,0 V – 3,5 V
Putih : 3,0 – 3,6 V
Ultraviolet : 3,5 V

Mengacu data di atas maka Apabila kita ingin mencari nilai resistor pada LED dapat anda gunakan rumus berikut

R =(Vs-Vd) / I

dimana:
R = Resistor
I = Arus LED
Vs = Tegangan sumber( bisa battery 12V, atau sumber tegangan lainnya).
Vd = Tegangan kerja LED


Contoh :
Misal kita mempunyai sebuah LED warna merah (tegangan kerja 1,8 Volt) yang akan dinyalakan menggunakan sumber tegangan 12Volt maka kita harus mencari nilai resistor yang akan dihubungkan secara seri dengan LED.

Sebelumnya kita mengetahui bahwa arus maksimal yang diperbolehkan adalah 20mA Jadi dari contoh ini dapat diketahui bahwa tegangan yang digunakan (Vs) : 12V, tegangan kerja LED : 1,8V, dan Arus LED : 20mA = 0,02Ampere. maka R = (12-1,8) / 0,02 = 510 ohm

dengan cara yang sama jika LED yang di gunakan warna biru maka:
R LED Biru = (12V – 3V) / 0.02 A = 450 ohm

Gambar pemasangan resistor pada LED parallel


Menghitung resistor secara seri :

jika LED di pasang seri maka tegangan kerja LED adalah penjumlahan dari keseluruhan LED yang di seri tersebut, dalam contoh berukut di perlihatka 3 buah LED warna kuning yang di pasang seri, jika tegangan sumber masih sama 12V maka maka:

R = (12V – (2,4V+2,4V+2,4V)) / 0.02 A
R = (12V – 9.6 V) / 0.02 A = 120 ohm

Gambar pemasangan resistor pada LED seri

sumber:info:http://skemarangkaian.blogspot.com/

10 komentar:

  1. thanxs gan buat infonya ngebantu banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, sangat membantu banget, untuk anda yang belajar elektronika, anda bisa membeli komponen nya disini di KADAL ELEKTRO www.tokopedia.com/komponenelektro

      Hapus
  2. bisa tolong bantu saya untuk mencari nilai resistor untuk LED 3W, warna merah, hijau dan biru? karena masing-masing sampai saat ini belum dapat menemukan ,. Voltase input 12 V

    BalasHapus
  3. maaf gan, itu ga salah ngitung ya....2,4+2,4+2,4 bukannya 7,2 gan...apa saya yang salah nich.... jadi totalnya 12-7,2 / 0,02 =240 Volt..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat mas tiksago:
      Maaf gan, karena yang dihitung itu tahanannya (Ohm) maka penulisanya bukan 240 Volt, tapi 240 Ohm..

      Hapus
  4. pak klo tegangan led 7 volt saya kasih arus 12,maka menggunakan R yg brapa nilai'y?
    saya ksh 220ohm nyala tp redup.thx

    BalasHapus
  5. apa ga rugi merubah suatu voltase accu jadi panas lewat resistor??? percuma dong bro?

    BalasHapus